Jumat, 03 November 2017

Day 2 komunikasi produktif kelas bunda sayang


4 november 2017
Hari ini, seperti biasa selalu ada perkembangan baru baby Q yang membuat saya bahagia sekaligus terheran-heran. Kok bisa ya anak kecik ini mengcopy apa yang ia dengar dan lihat dengan begitu cepat?

Jika dihubungkan dengan kaidah komprod, hari ini saya belajar tentang mengendalikan emosi dan intonasi/suara yang ramah. Yang menarik bagi saya sendiri, saya diingatkan langsung oleh bayi umur 23 bulan.

Cerita pertama :
Adzqya sedang ngemil Tahu di meja makan (duduk di high chair). Karena terlihat anteng jadi saya bisa tinggal untuk mengerjakan hal lain. Ketika saya kembali lagi ke meja makan, Qya masih anteng. Saya kira tahunya sudah habis dimakan tapi ternyata tahu yang tadi dikasih sudah berserakan di kolong meja alias dimainin aja. Refleks saya berkata “astagfirullahadziiiim” dengan nada gemas.
Sambil saya menyapu membereskan tahu2 yang berceceran terjadi percakapan
Saya :” neng nanti ga boleh kayak gini lagi ya, ga boleh mainin makanan, makanan ga boleh dibuang-buang kayak gini….bla2”. Di bagian ini saya menyadari belum melakukan komprod Karena meskipun nada bicara saya tenang dan ramah tapi kalimat yang dibicarakan terlalu panjang  sehigga lebih ke ‘nyerocos’.
Saat saya masih nyapu tiba – tiba adzqya bilang dengan nada lucunya “Ibuuu jangan marah ibuuu, nanti tahunya nangiiiis”.
Saya refleks langsug berhenti menyapu karena merasa diingatkan oleh Qya. Jadi tadi Qya merasa saya sedang marah2 ke tahu. Wkwkwk.

Cerita ke dua
Tadi sore saya sempat ga sabar saat Adzqya sedang pakai sandal sendiri. Karena biasanya dia sudah lancar, jadi ketika tadi dia agak lama pakai sandal saya refleks berkata “cepetan iiihh” dengan nada merajuk(ga nada tinggi tapi seperti merajuk ga sabar) .
Tiba – tiba Qya bilang “ ibu jangan nangis ibu”. Saya langsung ketawa dan bilang “ibu ga nangis kok, maaf yaa”.
Saya langsung keingetan dengan kaidah intonasi dan suara yang ramah. Sebenarnya saya bisa aja sabar dan memberi tahu agar dengan nada yang ceria. Tapi jika sedang merasa terburu – buru seringkali sifat ga sabaran muncul.
Mudah2an untuk hari – hari selanjutnya bisa mempraktekan komprod dengan lebih baik lagi.

Masyaallah tabarakallah,
Terimakasih Adzqya sudah menjadi penyejuk hati dan mata bagi ibu kemarin, hari ini dan selamanya.
.
.
.
.
#Day 2
# Komunikasi Produktif

#tantanganlevel1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar