Senin, 10 Oktober 2016

Sunday Morning

Halo, lama tidak berjumpa.
Kapan terakhir kali kita berbincang?
Maaf, aku bahkan tidak ingat tepatnya. Mungkin, suatu senja di tahun lalu?

Apa kabar? Baik? tampaknya begitu. dan aku berbahagia untuk itu.
apa kabar juga tentang mimpi -mimpimu?
masihkah mimpi itu sanggup membuat kita bergidik antara antusias dan ngeri? atau sudah menyusut menjadi sedemikian realistis, seperti misalnya....kerja apa saja yang penting akhir bulan terima gaji?

Tenang, kita bicarakan ini pelan - pelan. Agar kita bisa bercengkrama lebih sering. Mudah- mudahan, tapi tidak janji. Maksudku, aku tak mau membuat janji yang hanya membuat salah satu dari kita terlalu berharap. Kemudian kecewa, lalu merajuk, lalu depresi seperti tidak ada hal - hal baik dalam hidup. sounds familiar, right? hehe.

Ngomong - ngomong, ada berita apa selama kita tidak bertemu? aku tebak pasti banyak sekali berita baik. Tidak susah menjabarkan bahwa kamu memiliki banyak keberuntungan dibanding setengah manusia penghuni bumi lainnya. Dan kamu tau itu.

Tapi aku bisa melihat sekilas gurat sendu. ayolah, kamu tidak bisa berbohong padaku. karena aku adalah orang yang paling mengenalmu. iya, aku.

Entah kenapa aku ingin memberimu wasiat ini. Dalam hidup, tidak semua keinginan kita harus terpenuhi saat ini juga. Kita tidak hidup di dunia dongeng. Iya, kalimat itu bukan original buatanku melainkan kutipan dari penulis favorit kita.

Biasanya, setelah kita berbicara serius dari hati ke hati seperti ini. Esok lusa, ada saat sebuah peristiwa naas yang memporakporandakan tekad kita. Entah itu menimbulkan amarah, kegalauan atau kehampaan. Apapun itu, aku harap kamu akan baik - baik saja, selalu baik - baik saja. Seperti pada setiap peristiwa lalu yang kita lalui bersama disetiap degupnya. Aku tau kamu mampu.

Terimakasih, sampai jumpa.

Langit sendu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar