Selasa, 07 Agustus 2012

Tipe - Tipe Siswa -Versi Pengajar Newbie-



Jadi ceritanya, bulan ini adalah bulan ajaran baru di sekolah dan saya mulai mengajar kembali di salah satu SMP. Meski belum seberapa lama, siswa – siswi di sini sudah memberikan banyak kesan yang membekas di hati nurani (halah).  Sekarang ini saya mau share tentang tipe – tipe siswa berdasarkan pengalaman mengajar pribadi yang baru secuil ini. Well,  some time I just wondering, tipe – tipe yang saya temukan ini memang ada di semua sekolah atau hanya di sekolah saya saja?


  • 1.      Tipe double spiker
Ciri utama dari siswa ini adalah suaranya yang selalu membahana “IBOOE…IBOOEE!!”. Etdah, padahal kita lagi ada di ruangan yang sama. Bila dia tertawa, orang lain akan menoleh dan ingin nimbrung. Kalau sudah berkumpul sesama satu kaumnya, sulit untuk membedakan apakah mereka sedang ngobrol atau membuat kerusuhan.  Salah satu yang ingin saya lakukan kepada siswa tipe ini adalah mencari dimana letak tombol volume berada, atau untuk sejenak saja menekan tombol mute. Tapi kalau siswa ini tidak masuk sekolah, bisa di pastikan akan ada terasa yang hilang. Seperti jalanan pada waktu shalat Jum’at. Sunyi yang tak biasa.


  • 2.      Tipe Silent mode:on
Ini kebalikannya dari tipe double spiker. Ciri – cirinya tenang dan kalem, lalu diam – diam tertidur. Biasanya komunikasi yang terjadi di dalam kelas berlangsung seperti ini :

“Ada yang ditanyakan?”
“………………………..” Sunyi
“Coba jawab pertanyaan ini …”
“………………………..” Hening
“PRnya ada yang sulit tidak?”
“……………………….” Senyap
“Sudah siap untuk ujian?”
‘BELUM BUUU” baru berekspresi



  • 3.      Tipe whisperer
Tipe ini biasanya duduk selalu deketan dan melancarkan hobi -bisik – bisik tetangganya- saat jam pelajaran berlangsung. Herannya, mereka selalu saja menemukan topik untuk bisik - bisik. Mulai dari kecengan kelas sebelahlah, gossip infotainmenlah atau diskusi tentang pelajaran yang sedang di bahas. Padahal tentu jauh lebih keren kalau mereka mau diskusi terbuka dengan cara bebicara ke seluruh kelas . ciri – ciri tipe ini:
-          Rata – rata duduk di pojok – pojok belakang kelas. Kadang ada yang nekat bisik – bisik meskipun duduk di bagian depan (minta di lempar kapur)
-          Suka ketawa cekikian sendiri (berdua deng sama lawan bicara) terus pura – pura acting ga ada apa- apa. Lah emang dikiranya guru ga liat apa,atau menyangka diri kalian the invisible? Sejauh – jauhnya kalian duduk dari tempat guru berdiri, kalian masih ada di dalam kelas yang sama gitu loh.  Sebesar- besarnya badan teman di depan kamu, tidak akan menutupi kelakuan kalian. Eh , kok jadi sewot gini. Tenang, kalau saya sih ada murid seperti itu tidak akan marah koq, paling hanya nyamperin ke bangku yag bersangkutan sambil bilang “Hey what’s up guys…boleh dong gabung? Kita ngrumpinya di ruang BK aja yuk…”


  • 4.      Tipe Multievent
Langsung ke ciri – ciri :
-          Langganan mengirimkan surat dispensasi
-          Agenda penuh, melebihi agenda gurunya (mungkin)
-          Banyak kawan, ditakuti junior, dikeceng senior
-          Kadang suka dianggap sok eksis juga sih
-   Punya keterampilan public speaking yang ciamik, sudah biasa memimpi rapat dan memberi sambutan
-          Berangkat pagi pulang pagi eh salah pulang sore
-     Kadang di kelasnya suka engga konsen sama pelajaran, entah memikirkan tugas, event, atau hutang.
-          Seringkali mengerjakan PR di detik – detik terakhir di kumpulkan dengan alasan “sorry mam, I’ve been really busy”



  • 5.      Tipe study oriented
Well honestly, bisa di bilang ini tipe yang paling sedikit jumlahnya dalam sebuah populasinya. Kecuali untuk sekolah favorit atau berstandar internasional (iyalah, mahal- mahal bayar kalau main – main mah rugi bandar). Bahkan di sekolah saya (sekolah saya?) para juara kelasnya mengaku tidak selalu sering belajar. Seperti kata juara kelas 2 tahun berturut – turut ini.
“Yang penting mendengarkan saat guru menjelaskan” Sahut Bella sambil menyantap cilok goreng saus abal – abal. Tapi untungnya, demi menjaga keseimbangan alam siswa tipe ini selalu hadir di setiap tahun pelajaran. Ciri – ciri tipe ini:
- Label juara kelas nangkring di kening raportnya
- Duduk di jajaran paling depan
- Berkacamata (meski banyak juga yang engga pake)
- Berpakaian paling rapih, minimal menggunakan semua atribut yang diwajibkan
- Paling vocal: rajin menjawab, menanggapi, dan bertanya saat pelajaran di mulai.
- Paling cepat mengumpulkan tugas
- Paling sering diminta contekan PR sama temen – temennya 



  • 6.      Tipe ngecengers
Oh Tuhan, saya kira siswa seperti ini hanya ada di sinetron Indonesia saja.  Dulu, waktu saya masih pake seragam putih abu, seingat saya, segmen kecengan hanya berasal pada teman seangkatan atau adik tingkat. Tapi di lapangan, beberapa remaja putri dan putra memasukkan guru sebagai objek kecengan sampai terang- terangan mengatakan ingin menikah!#ciri ababil. Well, perlu di bedakan ya antara ngeceng dan kagum.   Ciri – ciri tipe ngecengers mudah dikenali :
-     Suka cekikikan kalau ada guru X atau Y lewat. Sedangkan bila berpapasan dengan guru lain mereka berlaku normal seperti biasa
-         Suka caper – caper ala anak ABG. Kadang saat cari perhatiannya engga di gubris terus bête deh.
-        Suka jeles – jeles ga jelas. Dipikir – pikir kenapa harus jeles yaa, pacar si ibu atau bapak guyunya aja belum tentu suka jeles
-      Ada juga yang jadi secret admirer. Biasanya mereka tidak berani caper dengan cara yang ekstrem. Hanya berani senyum – senyum dan suka salting kalau berkomunikasi dengan guru ( khusus poin secret admirer ini, ini hanya hasil observasi dari FTV)


  • 7.      Tipe O.P
Ini nih yang paling membuat saya miris. Tipe O.P alias objek penderita. Istilah ini ada dua makna yang berbeda. Pertama, objek penderita saat dia selalu jadi bahan dari ceng’an teman – temannya. Biasanya tipe ini tidak terlalu serius karena semua sama – sama senang maksudnya yang jadi korban di ceng’in juga sama – sama tertawa dan kadang – kadang membalas ceng’an temannya. Biasalah gimana remaja bercengkrama. O.P satu lagi bisa dibilang korban sesungguhnya. Ibarat telenovela, ia yang menjadi Chabelita dan Dulce maria, ibarat sinetron Bidadari ia yang menjadi Lala, ibarat sinetron putih abu – abu dia yang jadi …. Well saya engga tau, ga tertarik untuk tau #bedagenerasi.  Tapi siapapun nama tokohnya di sinetron itu, yang pasti perannya adalah jadi tokoh protagonist yang malang.
Adakah ciri – ciri yang membedakan antara O.P1dan O.P 2? Ada, diantaranya
-          Dari ekpresi wajah. Kalau O.P 1, biasanya ia berwajah berekspresi ceria dan fine – fine aja. Ketika di ceng’in ia bisa nyengir lebar. Yang pasti terlihat dari wajahnya bahwa ia tidak mengalami tekanan. O.P 2, sebaliknya sering tampak murung. Jika dalam KBM ia di ceng’in , ia hanya menundukkan muka. Kadang, tipe O.P 2 ini juga sok sok fine – fine aja dengan ekspresi biasa (engga murung). But believe me, mata adalah jendela hati. Ada beberapa orang yang bisa langsung mengenali ketidakjujuran hanya dari melihat bola mata dan bahasa tubuh.
-          Dari pergaulannya, sisiwa O.P pertama itu biasanya punya banyak teman. Dia suka gabung kesana – kesini untuk kongkow atau kongress (ngawangkong teu beres- beres). Sebaliknya, tipe O.P 2, orangnya sering menyendiri. Terlihat kurang pede dalam pergaulan. 
Menurut saya, tipe O.P ini engga bisa di pandang sebelah mata (aneh juga kalau sedang mengajar menutup sebelah mata). Saya sangat concern terhadap siswa O.P terutama O.P. oh dear…C’mon perjuangankan nasib kamu. Jangan diam saja kalau ada ketidakadilan berlaku padamu. Apalagi sudah menjurus ke kekerasan. Bersahabatlah dengan konselor sekolah (guru BK) mereka pasti mau mendengar keluh kesahmu dan bersama – sama mencari jalan yang terbaik untukmu. School life is too short to be a victim of bullying.


  • 8.      Tipe hedon
Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia (Wikipedia). Dalam prakteknya di lingkungan sekolah, tipe siswa hedon terlihat dari apa – apa yang menempel pada dirinya dan juga dari gaya hidupnya. Well, ga bisa dipungkiri bahwa banyak juga siswa Indonesia (terutama di sekolah elite) yang dapat mengecap kehidupan laksana putri raja ini. Tapi, secara keseluruhan, siswa hedon itu rasanya hanya ada sekitar 10% dari seluruh anak Indonesia yang mana setengahnya berada di FTV atau sinetron Indonesia. *teringat petikan dialog : “kalo loe berhasil jadian sama Putri, silahkan ambil mobil gue”.HHAA. Sisanya? 


  • 9.      Tipe akraban dan lempéng
Siswa tipe akraban selalu menerapkan prinsip 3S ala AA Gym: Senyum, Sapa, Salam baik di dalam atau di luar lingkungan sekolah. Kadang juga ditambah dengan  bertanya ini itu. Tipe siswa ini biasanya lebih dikenal oleh guru. Kebalikannya adalah tipe lempeng (Lurus). Ciri – cirinya suka jalan menunduk atau lihat ke arah lain, pura – pura sibuk main hape, atau lempeng aja lewat saat berpapasan dengan guru.


  • 10.  Tipe beser
Ada yang bertipe seperti ini? Cirinya suka bolak – balik ke toilet terutama pada saat pergantian jam pelajaran. Padahal kita tahu gimana ga menariknya toilet sekolah, tapi ada aja yang hobi mendatangi. Entah memang beser atau ingin menghirup udara segar setelah bermenit – menit berjibaku dengan rumus – rumus yang bikin ngebul.



  • 11.  Tipe Move Like Jagger
Well, sebenarnya mungkin ga banyak yang bertipe seperti ini. Tapi saya punya satu siswa yang membuat saya terkesan makanya saya buat satu poin yang didedikasikan untuk dirinya.
Dia masih anak kelas 1, tidak ikut MOS. Seminggu masuk sekolah sudah dikenal oleh hampir semua guru dan teman seangkatannya. Cirinya Cuma 1 : dia tidak bisa diam. Hanya tahan beberapa kala untuk duduk manis. Saat guru menghadap whiteboard ia suka pindah – pindah ke tempat duduk atau pura – pura meminjam sesuatu agar bisa berkeliling kelas. Mungkin anggapaannya kelas tak ubahnya dengan pasar malam yang sayang bila tidak berkeliling mencoba dari stand 1 ke stand lainnya. Tapi satu yang saya yakini. Bahwa ia cerdas!.Dan ketika ada tes Multiple Intelegence di selenggarakan, anak ini memiliki kecerdasan yang tinggi di kecerdasan kinestetik. Nilainya mendekati angka maksimal. hmm..saya yakin sebenarnya dia tidak ‘badung’ dia hanya bukan siswa yang bertipe bisa duduk manis di kelas. Satu ciri lagi, bilapun ia duduk, badannya selalu selalu bergerak - gerak seperti sedang mendengarkan musik lewat earphone gaib. Mungkin di dalam kepalanya selalu terngiang - ngiang sebuah lagu  ~you wanna move like Jagger, I gotta move like Jagger, i gotta moooooove like jagger~


  • 12.  Tipe bring-k
Bring-k aliasa bring kaditu bring kadieu [saya kesulitan mencari padanan kata ‘bring’ dalam bahasa nasional]. Yang pasti, Prinsip dari tipe ini yaitu ‘satu untuk semua, semua untuk satu’, ‘tiada hari tanpa berkumpul bersama’ dan ‘tiada kesan tanpa kehadiranmu’. Biasanya siswa berkelompok sesuai minat masing – masing (seperti masuk ekskul yang di minati) atau memang dipersatukan oleh perasaan senasib. Tidak ada yang salah sebenarnya, karena peergroup atau grup remaja sudah merupakan kebutuhan alami remaja. Bahkan bersosialisasi penting dalam tugas perkembangan remaja. Yang salah adalah, ketika atas nama solidaritas siswa mengabaikan norma dan hati nurani. Misal bullying, atas dasar rasa ingin diterima oleh rekan sekelompok, siswa bisa ikut-ikutan membully, padahal sebenarnya tidak ada masalah pribadi. Ayolah anak Indonesia, SAY NO TO BULLYING. Konsultasikan ke guru jika menghadapi masalah – masalah seperi ini. Trust me, Guru akan mendengarkanmu. (yang ini serius ya, Nak)

Well sebenarnya tentu masih buanyak lagi. Beberapa tipe diatas hanya seperti kerikil di matrial.
Maaf untuk pihak – pihak yang merasa di absen. Don’t get offended ya. Soal kekurangan di sana sini, yaa maklumlah namanya juga Pengajar Newbie (belum dapat sertifikasi #curcol) J

With Love and Pray 

3 komentar:

  1. he..lucu2 yak, tipe ngecengers dan hedon kek nya tipe2 produk liberalis dan korban TV yak. semoga tipe ini ga merajalela

    BalasHapus
  2. woooahh,,,
    menarik sekali..!!

    sampai hafal sinetron FTV2.. haha :D

    klo lu berhasil dapetin putri, ambil mobil gue..!!?

    BalasHapus