Senin, 09 Juli 2012

Prolog…



Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk menutup lembaran di tempat lama. Menghapus percikan kisah hidup yang sempat diukir disana (namun saya tahu saya tidak bisa menghapusnya dari ingatan), pergi tanpa pamit pada beberapa sahabat follower blog, meninggalkan dua ekor ikan entah jenis apa yang telah saya angkat dan saya asuh sebagai animation pet, dan tentu saja, mengganti email dan password lama.

Hari ini saya memutuskan membuka “kronik” sebagai tempat baru untuk mengukir catatan perjalanan hidup, lapak self therapy untuk menjalani dinamika dunia, teman beriringan dalam jalan setapak yang harus saya lalui. Dan terutama, dengan izin Allah, semoga tempat baru ini dapat menjadi madrasah bagi saya untuk belajar mengurai hikmah dalam setiap peristiwa. Sesuatu yang seringkali saya lewatkan.

Iya, sampai detik lalu saya mungkin masih menganggap bahwa hidup adalah perpindahan dari ujian satu ke ujian lain. Baru saja saya bernafas lega menyelesaikan serangkaian Ujian Tengah Semester, pikiran saya sudah dipacu lagi untuk menghadapi UAS. Rasanya baru kemarin menyelesaikan ujian skripsi, besok saya harus bersiap menghadapi ujian proposal thesis.      baru melewati ujian A, di depan sana sudah ada ujian B menghampiri sembari menyeringai.

Tapi mungkin itulah sempitnya pandangan saya. Hidup tidaklah semerana itu. Saya teringat sebuah kutipan favorit, "jika kita yakin ALLAH Maha Mencintai, ujian serupa dengan kebahagiaan, keduanya merupakan cintaNya". Yang menjadi pembeda adalah bagaimana sudut pandang kita dalam mencari hikmah dalam setiap fragmen hidup, hikmah yang terang benderang namun kadang kasat mata.  Dan untuk itulah saya -pada akhirnya- ingin menulis kembali, menjentikkan jari - jari lentik saya di atas tuts hitam ini, semata – mata untuk mengasah jiwa saya.

*ah sok dewasa banget sih lo De* mungkin iya, but at least let me learn....

Kepada madrasah ini saya berbisik “temani saya ya…jangan kemana – mana”
Selamat lahir kronikle…Dan untukmu blog lama, Terimakasih telah sekian lama menemani, Selamat beristirahat dengan tenang…
.
.
.

Segenggam kenangan tercipta pada tiap halaman. Gurat bayangmu ada di tiap lembar. Kusimpan di salah satu folder, suatu waktu (mungkin) akan kubuka lagi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar